Universitas Diponegoro sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dituntut untuk terus bergerak maju dan berinovasi untuk dapat menghadapi perubahan dunia yang semakin pesat. Tagline Undip “Globalisasi, Kolaborasi, Akselerasi”
merupakan pendorong agar Undip senantiasa terbuka dan adaptif terhadap berbagai isu globalisasi, mengedepankan kolaborasi untuk membangun jejaring kerjasama baik dari mitra dari dalam maupun luar negeri, serta mampu melakukan akselerasi pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Sebagai salah satu upaya Undip dalam berkontribusi pada pencapaian tujuan Sustainable Development Programs (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan serta dalam rangaka penguatan riset dan pengembangan Pusat Unggulan Iptek  (PUI) dan Sains Tekno Park (STP) serta peningkatan kerja sama, relevansi  dan komersialisasi hasil riset, Direktorat Inovasi Kerja Sama Industri bersama Biro Inovasi dan Kerja Sama Universitas Diponegoro melakukan benchmarking ke  IPB Science Techno Park, Bogor pada Kamis, 13 Juli 2023.  Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur dan Wakil Direktur Inovasi dan Kerja Sama Industri (Dian Wahyu Harjanti dan I. Made Bayu Dirgantara), Kepala Biro Inovasi dan Kerja Sama (Dwi Cahyo Agus Setyawan), Manajer Bagian Inovasi (Mas Anantha Budhy Prakosa), Supervisor Pengelolaan Kekayaan Intelektual (Novian Rustamaji), dan Supervisor Hilirisasi Hasil Riset (Yuni Nurjanah) dan Staff Bidang Inovasi (Rintin Murniasih). IPB diwakili oleh Wakil Kepala Bidang Pengembangan Inovasi dan Alih Teknologi (Tri Prartono), Asisten Bidang Inkubasi Bisnis (Deva Primadia), Supervisor Pelayanan Administrasi dan Umum (Luluk Annisa), dan (Staf bidang Kerja Sama Industri) Dadang Tresnakusuma.

Wakil Kepala Bidang Pengembangan Inovasi dan Alih Teknologi, menyampaikan bahwa IPB sangat konsen terhadap percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil inovasi para inventor, dengan berupaya meningkatkan layanan, pendampingan secara terus menerus mulai dari pengajuan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, hingga hasil invensi tersebut granted. Kemudian mendampingi para inventor untuk menghilirkan dan menkomersialkan hasil inovasi dari paten granted mereka dengan mempertemukan innovator dengan DUDI melalui business matching dan industrial gathering secara rutin minimal 2 (dua) kali dalam setahun. Hal lain yang dilakukan IPB adalah membina, mendampingi dan mengedukasi serta memfasilitasi para tenan-tenan baru untuk mendirikan dan mengembangkan start-up sebagai upaya hilirisasi maupun hulunisasi hasil riset. Sehingga hasil riset/ inovasi IPB dapat lebih tepat sasaran, memenuhi Technology Readiness Level (TRL) yang dipersyaratkan untuk hilirisasi dan komersialisasi, yaitu 7 – 9.

Direktur Inovasi dan Kerja Sama Industri, Dian Wahyu Harjanti menanyakan bagaimana IPB dapat terus-menerus dan banyak proposal lolos didanai dari Program Matching Fund Kedaireka dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi, juga antusiasme para inovator dapat terus meningkat dalam mengajukan proposal kedairekanya sehingga IPB mendapatkan penghargaan sebagai salah satu penerima dana terbanyak dan terbesar dari DIKTI.

 

Menurut Tri Prartono, hal tersebut tidak lepas dari peran serta, dukungan dan motivasi tinggi dari Rektor dan jajaran pimpinan IPB untuk langsung menghandel semua hal terkait MF Kedaireka, mulai dari melaksanakan rapat koordinasi awal dengan melibatkan seluruh pimpinan fakultas, dan STP IPB sendiri. Seluruh dana pengelolaan program MF Kedaireka dari internal IPB juga dikelola langsung oleh STP IPB dan digunakan seluruhnya untuk mendukung, mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan administrasi dan pengelolaan serta layanan program yang dibutuhkan. Disamping itu juga dilakukan pendampingan mulai dari penyusunan proposal, kelengkapan berkas administratif, hingga mengundang DUDI (calon mitra) untuk turut serta menyusun proposal yang matching dengan proposal IPB untuk bersama-sama diajukan ke Kemdikbud Ristek. Demikian pula untuk proses pengadaan barang dan jasa, pertanggungjawaban keuangan, dan perpajakan serta pelaporannya didukung penuh oleh tim pusat STP dan Fakultas terkait. Monev juga dilakukan secara rutin dan berkala serta berkesinambungan untuk memantau agar proposal siap diajukan dan diterima serta lolos didanai DIKTI.

 

 

 

 

 

 

Benchmarking berjalan dengan baik dan lancar, selanjutkan akan dilakukan koordinasi lanjutan dengan IPB untuk hal-hal terkait hilirisasi dan komersialisasi hasil inovasi Undip baik secara online maupun offline. (Yuni Nurjanah)